Juga dengan adanya pertunangan, kedua pihak keluarga lebih nyaman dalam menentukan tanggal dalam mempersiapkan pernikahan.
kalau kita memperkenalkan pasangan sebagai “tunangan” otomatis orang akan menganggap dia calon suami/istri kita, langsung deh mereka semangat nanya-2 soal tanggal pernikahan, memperkenalkan pasangan sebagai pacar ya tanggapannya biasa-2 aja deh, paling-paling ditanya “udah berapa lama pacaran?
Tunangan = calon suami/istri
Pacar = ? (masih tanda tanya)
Secara prakteknya mungkin belum ada perubahan, masih sama seperti layaknya pacaran, tapi secara mentalitas berbeda, nggak sembarang cewek kan diajak tunangan sama cowoknya? cuma setelah mereka yakin/mantap kalo she’s the one mereka ngajak tunangan ceweknya. walaupun nggak menutup kemungkinan bisa putus juga meski sudah bertunangan. tapi yang jelas putus pertunangan itu jauh lebih jarang drpd putus pacaran.