<

Rabu, 23 April 2008
Aku mengerti saat kau mengatakan masih mencintainya, masih terpesona
oleh segala kelebihannya, hingga mungkin di hati kecilmu terselip ingin selalu bersamanya sebagai sebuah ruang waktu untuk kesempatan kedua.

Dari situ, aku pun akhirnya mengerti bahwa ternyata kini diriku
sudah tak lagi memiliki arti selain seorang teman untuk berbagi. Kau
memang tak pernah mengatakan lugas padaku, adakah rasa denganku dulu
masih tersimpan hingga kini, namun semua tutur singkatmu tentang
seseorang yang ada di hidupmu saat ini tak sedikitpun lagi mengisyaratkan
sosok diriku disana. Meski dulu kau senantiasa mengucapkannya.

Ingin sekali aku meragukan harapanku, namun semua ucapan dan janjimu
dulu tak sedikitpun kuragukan meski sekian hari kenyataan seperti
berbeda dari semua yang pernah kau ucapkan.

Sempat aku goyah untuk menanti satu kali lagi datangnya waktu agar
bisa bersamamu. Namun ternyata aku selalu saja takut kau datang setelah
aku berhenti menunggu. Sungguh, tak ingin kumengecewakanmu, sebab ku
tak pernah lupa janjiku dulu.

Berikan aku alasan untuk meragukan semua ucapanmu dulu. Berikan aku
satu jawaban pasti, sekalipun kita berdua tahu bahwa “Jodoh dan mati
hanya IA yang tahu”.

Minggu, 20 April 2008
Selamat Ulang Tahun

Setelah sekian hari ku jalani kehidupan ini seorang diri, akhirnya
kini aku mengerti bahwa bukan cinta lain yang kucari. Bukan sosok
seorang Hawa berbalut kosmetik dan estetik. Hanya sosok dirimu yang
penuh terbalut etik.

Meski kini kutau bahwa tak mungkin lagi kudapat meraihmu,
menggenggam jemarimu seperti waktu dulu, mencium keningmu, aku takkan
pernah jemu dan ragu untuk mencintaimu. Menyayangimu. Ku tahu dan
sadari bahwa dirimu bukanlah yang terbaik (di dunia ini), bukan pula
yang tercantik (di alam ini), tapi hanya dirimu lah yang mampu
membuatku menatap kehidupan jauh lebih baik.

Kau adalah penerang, bahkan di saat kini ku berjalan tanpamu di
kesendirian malam. Selamat ulang tahun sayang… raihlah senyum indah
penuh pengharapan… Ijinkan aku simpan semua indah kenangan silam.

Rabu, 10 April 2008
Aku minta maaf….
Kalau selama ini aku ga bisa jadi cowo’ yang baik buat kamu
Mungkin kamu akan merasa lebih tenang
kalau aku ga bersama kamu lagi
Mungkin kamu akan merasa lebih tentram
kalau aku ga mengusik kehidupan kamu lagi
Tapi asal kamu tahu…
Sampai kata-kata ini ditulis,
bahkan sampai berkali-kali dibaca
Cinta itu masih ada untuk kamu !!!

Rabu, 10 April 2008
    Kenapa ya, hari ini kepalaku dipenuhi dengan bayang-bayang dia, gara-gara tadi pagi aku melihat seseorang yang punya gaya rambut yang sama dengan dia.
    Ah…sampai kapan aku harus dihantui oleh bayang-bayang dia, sampai kapan aku harus bisa menerima kenyataan kalau dia sudah pergi, terus terang aku belum bisa menerima kenyataan itu.
    Sekali lagi aku diam terpaku, aku ga bisa menahan perasaan, entah lah apa aku harus begini terus? Kenapa dia begitu besar mempengaruhi jiwaku, hidupku, berapa lama lagi aku harus berhenti menangisi kepergiannya dari sisiku, kalaupun bisa, bagaimana caranya?
    Ya Tuhan,… tolong pertemukan aku dengan dia sekali lagi, aku ingin lihat seperti apa dia saat ini, masih ingatkah dia, pernahkan dia mengingat aku sekali saja ???

Minggu, 13 Januari 2008; Jam 01:35
    Malam ini sepi, tenang, gue suka suasana seperti ini, entahlah, rasanya hanya malamlah yang selalu setia menemani aku, dia begitu dekat denganku, dan rasanya hanya malamlah yang mengerti bahwa ada kegelisahan yang menari dalam anganku, rasa yang semula adalah kerinduan tentang kamu, kini berubah menjadi kegelisahan dan keraguan akan keberadaan kamu.
    Ada saatnya aku merasa kehadiranmu seolah-olah hanya sebuah angan yang kadang timbul tenggelam dalam benakku,  bahkan kadang kala aku merasa bahwa kamu hanya sebuah mimpi yang pernah hadir dalam tidurku, dan bahkan aku tidak bisa mempercayai kalau kamu benar-benar ada dalam salah satu kisah hidupku, entah kenapa aku juga merasa kamu tidak pernah dilahirkan.
    Sekarang aku putus asa mencarimu, bahkan dalam mimpiku pun kamu ga pernah hadir, rasanya seluruh harapanku hilang, seakan-akan kamu ga pernah bisa aku temui lagi.
    Tak ada yang menyalahi pertemuan kita, kalaupun itu harus disesali, aku ga ingin melupakan kamu. Satu yang mau aku yakini, bahwa kamu ada dimana kamu berdiri, kamu menyimpan mimpi kamu, dimana kamu ingin wujudkan, namun yang aku sayangkan aku ga tahu kamu ada dimana.
    Dan sekarang aku sadar, ternyata apa yang lebih membahagiakan aku adalah menghadirkan bayang-bayang kamu, menghayalkan kehadiran kamu dikesendirian aku, aku selalu menganggap kamu ada disamping aku, lalu kita saling bicara, berpandangan, atau hal lain, tapi kenyataannya kamu ga ada disini, aku hanya sendiri.
    Itulah kenapa aku lebih mencintai bayang-bayang kamu dari pada diri kamu yang sebenarnya, dan tanpa aku sadar, aku telah menciptakan dunia sendiri yang hanya terdiri antara aku dan bayangan kamu, diduniaku kamu lebih sayang, lebih pengertian, lebih baik, atau apa saja yang semua aku inginkan dari kamu, terus terang aku lebih senang berada didunia itu, ga ada yang mengecewakan atau menyakitkan, semuanya serba indah.
    Mungkin ini diluar logika, tapi itulah yang sebenarnya terjadi.

Malam Minggu, 12 Januari 2008
    Malam minggu sepi, udara hari ini panas dari tadi sore sampai malam ini, entah sudah berapa malam minggu kita ga ketemu, mungkin kini dihati kamu bukan cuma ada aku, mungkin ada hati lain lagi yang mesti dan harus kamu temuin tiap malam minggu, mungkin hati itu selalu menuntut begitu, dan mungkin kamu lebih sayang hatinya ketimbang hatiku. Sakit rasanya ngebayangin itu semua.
    Aku ga nuduh, tapi kalau memang demikian kenapa harus disembunyiin?, ga ada yang perlu ditakuti kan?, kenapa takut?, kamu ga salah, mungkin yang salah adalah karena kamu masih memiliki aku, itu aja !!!

Kamis, 10 Januari 2008
    Kembali gue dihadapi pada suatu masalah yang selama ini sering bikin hati gue cemas. Kepercayaan diri gue mulai surut, swear!!!, ngga ada maksud menghindari semua yang selama ini mampu ngebentuk gue menjadi seseorang yang percaya diri. Tapi sekarang, kejadiannya jadi lain, gue ngerasa kehilangan sesuatu dalam diri gue.
    Gue juga masih ga bisa ngerti, kenapa gue jadi begini, gue hadir lagi dalam pribadi yang berbeda, ga ada rasa percaya diri, gue jadi ngerasa serba salah, gue jadi benci sama diri gue sendiri.
    Yang gue inginin sekarang adalah seseorang yang  mampu ngebentuk gue menjadi seseorang lagi, yang bisa ngedorong gue  untuk bisa menjadi pribadi yang seutuhnya, tapi siapa? dan dimanakah orang itu?
    Terus terang gue udah cape menjadi orang lain, dan gue ngerasa dengan keadaan dan suasana hati gue yang sekarang ini, gue yakin ga ada seorangpun yang bisa ngerti.
    Seakan-akan gue punya dua dunia yang berbeda, disatu sisi gue adalah seseorang yang cuek, masa bodo, acuh, dan berani nerima kritikan yang paling pedas sekalipun,  tapi disisi lain gue menjadi seseorang yang pendiam, pemalu, minder, dan gampang sekali tersinggung, itulah gue, dan sampai saat ini  gue masih belum bisa menemukan dimana kepribadian gue yang sesungguhnya, dan gue masih ga bisa ngerti.

Minggu, 17 November 2007
    Kayanya titik jenuh itu sudah mulai merasuki gue nih,
Gue jarang pulang kerumah emang udah dari dulu, sering ga pulang, kadang seminggu 1x. Gue pikir dengan begitu gue bakalan ga ketemu ama yang namanya kejenuhan. Andaikata gue sering dirumahpun, gue takut semangat gue yang cinta kebebasan pasti akan ngedorong gue buat segera memulai suatu kehidupan yang belum gue rancang dengan matang. Pada dasarnya, gue adalah orang mandiri yang nggak mau tunduk pada norma-norma sosial. gue paling nggak bisa mematuhi jadwal yang ngga gue buat sendiri dan males menghormati presedur-prosedur yang telah ditentukan. Mungkin hal-hal seperti itu yang bikin kejenuhan itu harus ada.

    Dikantor emang sih jam-jam kerja gue nggak tentu. Kalau lagi dapet ide, gue bisa bekerja siang-malam tanpa makan dan tidur. Sebaliknya, kalau di kantor kebetulan lagi ngga banyak kerjaan, gue pasti melarikan diri untuk mencari kesenangan. Untuk menghindari kesulitan di sini, karena yang gue mau adalah mencari pekerjaan yang penuh variasi untuk memperlihatkan kemampuan gue.

    Hampir tiap hari gue lakuin itu semua dalam hidup gue yang sekarang, maksudnya biar nggak jenuh, tapi kenapa kenapa kejenuhan itu harus ada juga?

Ada gak sih yang bisa nolong gue????

——————————————————————————————————

Jakarta mendung, Jum’at 07Desember2007
    Aku ngga tau apa yang harus aku lakukan sekarang, serba sulit,
semua membingungkan, sepertinya apapun yang akan aku lakukan pasti
salah.
    Aku seperti berada diujung jurang, buntu, tak ada jalan lain,
kecuali kembali kejalan semula dan manyapa luka lama, mengais kerinduan
yang tak pernah terobati.
    Bukan soal cinta yang tak pernah terbalas, atau soal kasih yang tak
pernah sampai, atau,……. ah, mungkin memang itu, lalu siapa yang
akan peduli lagi, malampun berpaling dariku, apalagi kamu

November 17th, 2007 at 12:17 am