Pernah dengar kisah ini gaaaaaa….???? jika belum saya akan mengisahkan untuk teman teman. Glenn Doman pernah bercerita tentang seorang ibu yang bertanya kepada ahli perkembangan anak. pertanyaannya sederhana, yaitu kapan ia harus mulai mendidik anaknya.
“kira - kira kapan anak ibu akan lahir ? ahli itu bertanya dengan antusias.
“Oh, anak saya telah berusia lima tahun sekarang,” jawab ibu itu
“cepatlah pulang, bu !”
“kenapa ?” tanya si ibu dengan penuh keheranan
“ibu telah menyia - nyiakan lima tahun terbaik dari hidup anak ibu.”
Hmmm…. kisah diatas sekedar potongan peristiwa tentang urgensi pendidik anak sejak dini, bahkan menurut saya sejak bayi, yang tidak boleh diabaikan kedua orang tuanya. Wallahu a’alam.
Ketika membaca cerita ini, aku langsung berkomentar…. dan tiba tiba perasaan untuk menyiapkan kematangan anak muncul begitu saja ketika aku harus mendampingi istriku, saat hamil pertama. Memang, saat ini usia kehamilan istriku belum seberapa baru memasuki trisemester pertama, kurang lebih baru enam minggu. masa ini merupakan masa organogenesis atau pembentukan organ bayi.
Keinginan untuk menyiapkan kematangan bayi, sekaligus mengawal perkembangan organnya, muncul tatkala istriku mengalami hiperemesis gravidarum (mual muntah terjadi secara berlebihan). Istriku selalu mengeluh merasakan mual muntah. tidak sekedar itu, ia juga menjadi malas untuk makan. Dalam situasi seperti itu, aku jadi berpikir, dia harus didampingi, dan harus ada suport motivasi dan dukungan psikologis. Mungkin ini pekerjaan semua lelaki pada awal-awal kehamilan istrinya; menjadi suami untuk istrinya dan belajar sebagai ayah untuk (calon) bayinya.
Emesis gravidarum atau mual muntah yang secara natural dialami istri saat hamil, seakan menjadi wasilah (sarana) pembelajaran bagi para suami. ia menyebabkan terjadinya dua keadaan sekaligus, yaitu kegelisahan psikologis dan kelemahan fisik. kegelisahan psikologis sering muncul dalam kalimat kalimat negatif, seperti keluhan, marah, atau letupan letupan emosional. sementara itu, kelemahan fisik muncul akibat berkurangnya nafsu makan istri. akibat lebih jauh, sebenarnya adalah terbatasnya asupan gizi bagi janin. kondisi seperti ini jelas akan berakibat bagi perkembangan janin. Wallahu a’alam.
Saat seperti inilah, aku merasakan kemuliaan islam untuk menjaga kehidupan anak. kesadaran inilah yang akhirnya aku temukan sepanjang menyaksikan perkembangan istriku. Subhanallah, dalam banyak tempat, islam menegaskan persoalan ini.
“Sesungguhnya rugilah orang - orang yang membunuh anak - anak mereka karena kebodohan tanpa pengetahuan……. (QS. Al-An’am ; 140). atau seperti diperingatkan Allah ta’ala dalam firman-Nya : Hendaklah takut kepada Allah, orang - orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak - anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar.” (QS An-NBisa;9)
Begitu jelas Alquran men-tarbiyah kita agar tidak meninggalkan dzurriyyatan dhi’aafan (generasi yang lemah). Sebuah kesadaran tentang pendidikan anak sejak dini yang luar biasa. artinya, secara psikologis dan fisiologis penyiapan perkembangan janin harus mendapat perhatian.
Melalui dia (istriku), aku merasa sedang ditarbiyah untuk menjadi suami yang lebih dekat dengannya, sekaligus sebagai ayah yang memperhatikan perkembangan janin. ketika Al-quran mengatakan agar orang tua bertakwa (falyattaqullaha), itu artinya calon orang tua harus menyiapkan kematangan spiritualitas secara prima. sementara itu, ketika Al-quran menganjurkan para orang tua untuk mengucapkan perkataan yang benar (qaulan sadida), aku tersadar untuk menasehati istriku agar tidak banyak mengeluh dan mengganti keluhan - keluhan itu dengan kalimat - kalimat thayyibah. tentunya, nasehat itu juga aku tujukan untuk para suami. dalam hal inilah, peran pendampingan terhadap istri menemukan titik temunya. Wallahu a’lam.
“Aku hanya berpikir agar anak kami nantinya tidak menjadi pribadi yang cengeng yang suka mengeluh, karena sejak dalam kandungan, kami orang tuanya mengajarinya untuk itu. aku juga tidak menghendaki anakku hidup dengan menihilkan ketulusan dan keikhlasan, karena ayahnya juga melakukan hal yang sama ; menjagai ibunya dengan perasaan tertekan dan penuh beban. Aku tidak memimpikan anakku menjadi reaksioner dan mudah marah, karena kami ajari dia sejak dalam rahim dengan perkataan -perkataan emosional dan sarat kemungkaran.” hmmmm….
Sungguh, aku sedang diajari dan dipersiapkan untuk menjadi AYAH. sebutan yang sekaligus mengandung sejumlah makna ; cinta dan tanggung jawab, kasih sayang dan pengorbanan, perhatian dan ketulusan, yang selama ini hanya aku lontarkan melalui lisan kepada istriku, kini aku harus belajar untuk membuktikannya…. (hayo.. hayo.. para suami buktikannnnn…. )
Pada saat seperti inilah, aku mengharapkan intervensi dari kekuasaan Allah ta’ala yang tiada terbatas dan bersekat. sebagaimana Nabi Ibrahim as berdoa :” ya Rabbi, aku memohon agar keturunanku senantiasa mendirikan shalat, agar mereka dicintai dan agar mereka diberi rezeki yang halal, mudah mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim ; 37) . Allahumma amiin.

May 21st, 2009 at 9:19 pm and tagged  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink
Pertama perkenalan.. udah kenal dan ngerasa sreg, tembak deeh. akhirnya jadian. dan setelah beberapa lama pacaran.. kita akan mencapai suatu titik dimana kita harus membina hubungan yang lebih serius. Ya, pernikahan…Diantara sebagian orang, ada masa transisi dari pacaran menuju pernikahan. namanya tunangan. Nah sebenarnya menurut kamu, apa arti tunangan itu sendiri? atau malah tunangan itu tiada artinya?

Kalau menurut aku tunangan itu penting. tunangan menunjukkan komitmen yang lebih dari pada sekedar pacaran, atau setidaknya begitu dimata masyaraka, kalau pacaran itu anggapannya masih dalam tahap perkenalan antara dua pribadi yang berbeda, belum tentu serius.

Juga dengan adanya pertunangan, kedua pihak keluarga lebih nyaman dalam menentukan tanggal dalam mempersiapkan pernikahan.

kalau kita memperkenalkan pasangan sebagai “tunangan” otomatis orang akan menganggap dia calon suami/istri kita, langsung deh mereka semangat nanya-2 soal tanggal pernikahan, memperkenalkan pasangan sebagai pacar ya tanggapannya biasa-2 aja deh, paling-paling ditanya “udah berapa lama pacaran?

Tunangan = calon suami/istri
Pacar = ? (masih tanda tanya)

Secara prakteknya mungkin belum ada perubahan, masih sama seperti layaknya pacaran, tapi secara mentalitas berbeda, nggak sembarang cewek kan diajak tunangan sama cowoknya? cuma setelah mereka yakin/mantap kalo she’s the one mereka ngajak tunangan ceweknya. walaupun nggak menutup kemungkinan bisa putus juga meski sudah bertunangan. tapi yang jelas putus pertunangan itu jauh lebih jarang drpd putus pacaran.

November 1st, 2008 at 12:41 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Terima kasih, ya Allah. Hari ini Kauantarkan aku pada Ramadhan kembali. Kaucukupkan usia aku untuk dapat memasuki hari-hari penuh kemuliaan lagi. Apakah aku pantas mendustakan kenikmatan yang Kaulimpahkan itu?

Bulan telah menggaris. Tanda kekuasaan-Mu telah benderang di persada bumi. Kini, tinggal bagaimana aku hendak menyambut. Apakah aku akan menyambutnya semata sebagai rutinitas ataukah dengan membentangkan tangan penuh antusias? Telepon genggam di tangan beberapa kali bergetar. SMS, atau pesan-pesan pendek, berdatangan. Isinya adalah ucapan-ucapan syukur atas kedatangan Ramadhan. Juga permohonan maaf atas segala salah yang mungkin terjadi. Para sahabat berharap dapat memasuki masa puasa secara lebih bersih.

Aku tersenyum. Hari-hari ini, tradisi baik Betawi itu memberi roh teknologi bernama Handphone ini. “Maafkan pula aku,” bisikku lirih. Frekuensi hatiku masih lebih banyak berada di lisan dibanding di SMS.

Sebelas bulan telah aku lampaui dengan manis getirnya. Sebuah waktu yang singkat, namun lebih banyak aku sia-siakan. Waktu yang semestinya lebih banyak aku isi dengan peneguhan iman, dengan amal saleh, juga dengan saling mengingatkan tentang kebenaran dan kesabaran. Kenyataannya, waktu itu lebih banyak aku isi dengan yang lain yang membuat aku menjadi para manusia yang –dalam Firman-Mu– “merugi”.

Terima kasih, ya Allah. Sebelas bulan itu tidak Kaulanjutkan begitu saja. Sebelas bulan itu Kauhentikan sejenak untuk memberi ruang pada Ramadhan. Kau sisipkan sebuah waktu khusus bagi aku untuk membersihkan diri kembali. Pembersihan yang akan menghapus stempel “merugi” dari kening aku.

Ramadhan akan meluruhkan seluruh daki dari setiap inci hati dan benak aku. Ramadhan akan memercikkan penyegar yang meresap ke setiap pori tubuh aku. Maka, melalui Ramadhan ini, perkenankanlah agar aku dapat kembali saling menautkan hati. Terutama aku yang mengharap ridha-Mu, juga aku saudara sebangsa ini, bahkan aku seluruh umat manusia ciptaan-Mu, ya Rabbi.

Hati jernih akan berpaut mengukir kata “damai”. Ukiran “damai” itu akan mengapung menjadi awan yang menaungi seluruh bumi. Perkenankan sang awan damai menaungi Aceh dan seluruh putra-putranya. Juga menaungi para pengungsi dan kaum tergusur yang bertebaran di negeri ini. Limpahkan pula damai untuk anak-anak negeri Kalimantan, Poso, Maluku, dan Irian.

Melalui Ramadhan ini, banjiri bumi Afghanistan dengan damai-Mu. Pertautkan hati seluruh kaum Pashtun, Tajik, Uzbek, Hazara agar dapat membangun negeri sendiri yang berkah tanpa campur tangan yang lain. Limpahi pula tanah Palestina, Chechen, Kashmir, Moro, hingga Pakistan, Aljazair, dan Siprus Utara dengan damai
Ramadhan. Engkau maha pemberi perkenan ya Allah. Perkenankanlah para pemimpin bangsa ini bersatu hati agar dapat memjadikan negeri ini negeri penuh berkah. Limpahi para pemimpin dunia hidayah-Mu.

Yaa… Allah maafkan semua salah dan keliruku. Maafkan segala kekurangtakzimanku, termasuk dalam me­ng­i­rim SMS Ramadhan ini. Kau tahu, aku ingin Ramadhan ini menjadi Ramadhan terbaik dalam hidupku hingga kini. Perkenankanlah.

Ya ayuhallazina ammanuqutiba alaikkummusyiam
Kammakutiba allaladzina minqoblikum
La’allakum tattakun….!!!

Hai orang-orang yang beriman
Diwajibkan atas kamu berpuasa
Sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu
Agar engkau bertakwa !!!

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1429 H

August 21st, 2008 at 6:05 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Juni, 2008

Lagi pengen marah. Bener deh, gak bohong. Kalo gak percaya, coba aja deketin saya sekarang. Kalo kamu cewek, pipi kamu pasti kena sasaran; saya cubit, gemes. Kalo yang dicubit pipinya empuk mah enak, kalo yang pipinya langsing??. Ya gak ngurus, yang penting bisa dicubit. Yeeee maksa… Kalo kamu cowok ya mending gak usah dekat-dekat saya dulu. Soale gak bisa dicubit! Ya iyyya lahhhh, masa ya iyya donkkk!! – Yang ada Mulan Jamilah bukan… Stoooooooop!!!!.

Critanya saya beli no M3 baru (kira2 dua bulan yang lalu deh). Tapi belakangan ini saya rada jengkel sama layanannya. Siapa coba yang gak marah, sebel bin jengkel binti gregetan. Iiiiiiiihhhhh, nyebelin banget pokoknya!!. Gara-gara si 9400 & 9200, saya jadi murang-muring (baca; marah-marah terus) kayak gini. Bayangin ya..saya gak pernah sekalipun melakukan reg spasi, pada nomor atau layanan apapun, tapi koq bisa-bisanya sih ngirimin sms terus-terusan. Udah
isinya gak bermutu, nyedot pulsa lagi
. Gak tanggung-tanggung, tiga rebong per sms!. Itu belum termasuk ajakan ngedonlot konten yang ada di dalam sms, kalo link donlot itu di ok, wahhhh jangan kaget (padahal waktu itu saya sih kaget); limarebong melayang cuma untuk satu midi doank. Huh….

Persisnya mulai kapan, saya lupa. Sekitar setengah bulan yang lalulah, 9400 memulai aksinya dengan mengirimkan saya sms lucu (katanya sih lucu, tapi jayus banget koq) isinya gini; Waktu si Udin pergi ke sekolah, dia kecelakaan. Lalu apa yang keluar?. Darah. Salah, yang benar KELUARGANYA nangis, hahaha. Saya Cuma cengar cengir baca sms ini, sambil bergumam; baek amat nih 9400 kirim-kirim sms. Ya ampppyuuuuuunnnn oon banget ya diriku .

Beberapa hari kemudian si 9400 beraksi lagi, isi smsnya; Apa yang mau jauh mau deket Cuma 250 perak? Jawabannya, ya cuma sms, gak ada lagi yang laen, hehehe. Ampun deh,jayus asli nih sms. Dan mulai sms kedua inilah aura kritis saya bangun dari tidur; Mas, kayaknya kamu dibodohi deh.. Mana ada orang yang mau berbaik hati kirimin sms jayus kayak gitu gratisan. Cobe seh cek pulsamu.. Langsung saya menekan “exit” di keypad dan dengan lincah mengetik *388#. Hasilnya; Pulsa IM3 Rp 7.375. Hah???, gak salah nehh??, baru 15 menit yang lalu ngisi sepuluhrebong, belum dipake apa-apa blassss, sudah hilang tigarebong???. Wah..wah…kasus nih; 9400 gate. Awas ya sampe kirim-kirim lagi, kata saya sok ngancem dalam hati.

Selang beberapa hari (catteeeet; beberapa hari bukan beberapa minggu) kemudian; di suatu sore yang dingin kayak pagi (apa coba???-ikut-ikutan jayuss!) saya kembali beli pulsa sepuluhrebong, besok subuhnya, saya lihat HP ada sms. Kata saya; wuiiiiiihhh siapa nih yang kirim sms subuh-subuh, perhatian amat (padahal Amat—tetangga saya—aja gak perhatian..). Ketika ‘show’ saya tekan ternyata jelas sendernya; I-POP. Saya lupa isinya; karena cuma berisi kode, kayak link gitu deh. Kalo dilihat sih itu untuk donlot konten. Penasaran dengan konten yang ditawarkan, akhirnya link itu—bodohnya—saya klik. Yah ampuuun, ternyata cuma midi yang berdurasi gak lebih dari 20 detik. Masih mending kalo itu midi lagunya Ada Band; ini mah midi Gak Ada Band, gak jelas banget melodinya . Dan kalian tau, sodara-sodara berapa pulsa yang ketarik???. Hikkkkkkssss; limarebong…..

9400 dah bikin saya nangis, tapi dia gak kasian juga sama saya. Saya juga gak mau nyerah, mulai saat itu saya akan ‘berhati-hati’ membuka sms, kalau isinya dari 9400, gak akan pernah saya klik apapun linknya dan akan langsung saya delete. Ada sms dari 9400, delete. Ada sms lagi dari 9400, delete. Gitu aja koq
repot. Ya repot sih, buang-buang waktu banget dan juga buang pulsa!. Khan—yang ini saya baru nyadar belakangan—gak ngaruh sama sekali, dibuang apa nggak, lha wong kalo dia udah sms, ya pulsa berkurang lah. Secara…gitu loh…

Setiap saya beli pulsa, pasti 9400 langsung bisa mengendus dan pasti akan beraksi. Saya pernah ngisi pulsa yang limarebong, tapi 9400 gak datang. Alhamdulillah, saya jadi tahu, 9400 gak bisa mengendus kalau pulsa cuma limarebong atau kurang. Dasar 9400 matre!!!.

Di suatu hari, kejengkelan saya meledak!. Saya jengkel karena 9400 mengambil pulsa yang harusnya saya gunakan untuk YM dan cek imel saat di perjalanan menuju Kantor. Tapi saya gak terlalu bodoh untuk langsung melabrak 9400. Secara…itu khan sistem.

Akhirnya saya tanya teman, dia menyarankan saya mereply dengan mengetik unreg lucu. Whaaaaat?? Saya langsung bengong. Reg spasi aja gak pernah, ini disuruh unreg. Trus mau gimana lagi donk?, Terpaksa saya ikuti saran itu. Dan
balasan 9400 adalah; kami tidak mengerti sms anda, silahkan diperiksa lagi.
Untuk stop ketik UNREG GOLD ke 9400 atau ketik off, cs 08889058004. Saya masih sabar. Oke, saya turuti; saya ketik UNREG GOLD. Dan balasan 9400 adalah; Anda telah berhenti berlangganan mobi dada.net Terimakasih telah mencoba. Ketik Reg Gold dan kirim ke 9400 jika anda ingin download content lagi. Fyuuuuh…lega, akhirnya bebas juga. Saya pun mengirim sms ke teman untuk memberi tahu kalau sarannya ampuh. Tapi; Sent failed. Saya kirim ulang, lagi-lagi; sent failed. Ya ampun kenapa nih..langsung saya refleks mengetik “388#, hasilnya adalah; pulsa IM3 Rp 40,-. Haaaaahh?? Langsung saya mendadak semi pingsan gitu deh.. Masya Allah, ternyata unreg harus membayar enamrebong!. Wah keterlaluan..cara murahan mencari keuntungan, merugikan konsumen, pungli terselubung!!!.

Empat hari kemudian, saya benar-benar lepas dari kejaran 9400. Saya jadi berpikir realistis; gak papalah hilang enamrebong lagi, yang penting bebas… bas…. Saya pun gak usah lah takut lagi ngisi pulsa di atas limarebong. Yup betul, pulsa di atas limarebong tuh lebih hemat dan lebih murah. Tapi ternyata saya keliru. Lagi-lagi dibuat kesal; pagi beli pulsa sepuluhrebong, ealaaaahhh siangnya disambangi lagi sama 9400. Tanpa berpikir panjang, ku reply langsung: Mba/ Mas / Pak / Ibu tolong ya jangan seenaknya kalau mencari keuntungan. Bukan begini donk caranya. Rugi saya. Kalau tidak segera dihentikan, saya laporkan ke media masa dan YLKI loh ya. 9400 membalas; Maaf sms yang anda kirim tidak dikenali. Saking jengkelnya kembali saya reply; pokoknya saya gak mau tahu ya mba, mas, pak, bu.. segera hapus data saya dari system!. Saya gak mau lagi dikirimi sms. Saya pernah nelpon ke cs tapi gak pernah diangkat dan sering tidak nyambung, jangan bersembunyi! . Ini merugikan masyarakat. Ini pungli terselubung! !. 9400 membalas; Maaf sms yang anda kirim tidak dikenali.

Menyebalkan.!!!

Menjengkelkan!!!

Memalukan!!!

Jayusss!!!

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrggghhhhh……….!!!!!!!!!

Saya pun membantingkan badan ke kasur. Gerrrrraaaaaaammmmm m. Adik
saya, tiba-tiba datang dengan wajah kusut sambil manyun. Dia bilang; ” kirimi pulsa lagi donk, yang kemaren dah habis”. Saya jawab; “Koq tumben, biasanya
10ribu awet beberapa hari”.
Dengan muka jengkel dia bilang “Iye nih, gak tahu.. tapi kayaknya sih karena dikirimi sms dari 9400, sms nya lucu banget deh”.

Saya langsung bangun
dari kasur dan teriak; “Haaaaaaahhhhhhhhhhh???????”.

July 15th, 2008 at 5:14 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

EVERYTHING ABOUT KISS

Dosen Fisika:
Ciuman adalah gaya tarik menarik antara dua mulut dimana jarak antara satu titik dengan titik yang lain adalah nol.

Dosen Kimia:
Ciuman adalah reaksi akibat interaksi dari senyawa yang dikeluarkan oleh dua hati.

Dosen Mikrobiologi:
Ciuman adalah pertukaran bakteri uniseksual di dalam air liur.

Dosen Biologi:
Ciuman adalah menyatunya dua otot orbicularisoris dalam keadaan kontraksi.

Dosen Ekonomi:
Ciuman adalah sesuatu di mana permintaan lebih besar drpd penawaran.

Dosen Statistik:
Ciuman adalah kejadian yang peluangnya bisa sangat tergantung dari angka statistik berikut:36-24- 36.

Dosen Teknik:
Ciuman? Apa itu..?

Dosen Elektro:
Ciuman Adalah bertemu antara ion positif dan negatif yang mengakibatkan arus lemah menjadi arus kuat…

Dosen Kedokteran:
Ciuman adalah proses pendiaknosaaan fisik secara langsung yang berakibakan aliran darah ke organ reproduksi meningkat

Dosen Psikologi:
Ciuman adalah proses penjiwaan terhadap pola pikir seseorang untuk mengetahui akan kenikmatan.. ..

D
osen Program Komputer:
If kiss >= Hot then go to bed room else go to bathroom end.

Dosen Seni :
Ciuman adalah sesuatu yang indah bila dinikmati bersama

Ciuman menurut Guru Olahraga :
jika berciuman berkategori sangat hot,sama besar dengan kalori yang terbuang untuk berjalan tergopoh-gopoh (brisk walking)

Dosen Politik (Ilmu Transformasi Konflik):
ciuman adalah kemampuan untuk mentransformasi gesekan-gesekan konflik dari dua kelompok berbeda sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang positif (win win solution: "semua senang,semua nyaman..semua melayang)

Dosen Matematika(Teori Kemungkinan) :
Ciuman itu gambling, sekarang nyium Tinggal tunggu balasannya, digampar ato dibalas cium…

Dosen Olahraga (again) :
Ciuman adalah suatu peregangan & pemanasan untuk "olahraga" yang lebih berat….

Dosen Kewiraan :
Ciuman adalah hak yang dimiliki oleh seorang pasangan yang hubungannya telah diakui oleh negara berdasarkan hukum dan undang-undang yang berlaku.

Dosen Bahasa :
Ciuman adalah berasal dari sebuah kata dasar "cium" yang mendapatkan akhiran "an".

Dosen Seksiologi :
Ciuman adalah suatu teknik rangsangan dan pemanasan (foreplay) dimana tahapan ini menyentuh titik titik rangsangan di seluruh tubuh…

Menurut anaknya dosen :
Ciuman adalah temannya ciunyil, ciucrit, ciusrok. bisa juga berarti sudah sadar dari pingsan.

———————————————————————————

ADA APA DENGAN VALENTIN’s DAY ?

Pada bulan Februari, kita selalu menyaksikan media massa, mal-mal,
pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja
dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga
larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada
satu hal yaitu Valentine’s Day. Biasanya mereka saling mengucapkan
"selamat hari Valentine", berkirim kartu dan bunga, saling bertukar
pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan
saat itu adalah “hari kasih sayang”. Benarkah demikian?

Sejarah Valentine’s Day
     The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day :
“Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other
experts connect the event with one or more saints of the early
Christian church. Still others link it with an old English belief that
birds choose their mates on February 14. Valentine’s Day probably came
from a combination of all three of those sources–plus the belief that
spring is a time for lovers.”
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi
Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi
cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para
pemuda mengundi nama –nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda
mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi
pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada
15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan
srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit
binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu
akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini
dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti
nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara
pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The
Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih
mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I
menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan
nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St Valentine yang
kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia
1998).
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan
ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya
dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak
pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan
kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap
sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan
memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa
Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi
Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan
doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara
muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada
orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah,
namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda
sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M
(lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).
Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan
langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans
dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang
St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di
Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya
dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia
Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).
Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam
artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org)
mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang
Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan
kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau
tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my
Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan
(karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya
pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, yang
artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta’ala. Adapun Cupid (berarti:
the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the
hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga
diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!
Saudaraku, itulah sejarah Valentine’s Day yang sebenarnya, yang
seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik,
penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada
kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut
Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau
hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya?
Bila demikian, sangat disayangkan banyak teman-teman kita -remaja
putra-putri Islam- yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya
Barat dan acara ritual agama lain. Padahal Allah Subhannahu wa Ta’ala
berfirman yang artinya:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya
akan diminta pertangggungjawabannya” (Al Isra’ : 36).

Hukum Merayakan Hari Valentine
imageKeinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan
tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang
diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya.
Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan
kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang
untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam:

“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi).

Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine
maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir. Adapun bila ia tidak
bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang
besar. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Memberi selamat
atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati
bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya
dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan
sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada
kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Karena berarti
ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah.
Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih
dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau
membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam
suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti
orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat,
bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan
kemarahan dan kemurkaan Allah.”
Abu Waqid Radhiallaahu anhu
meriwayatkan: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam saat keluar
menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang
musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka
menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat
Rasulullah berkata, “Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu
Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.” Maka Rasulullah
Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Maha Suci Allah, ini seperti
yang diucapkan kaum Nabi Musa, ‘Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana
mereka mempunyai tuhan-tuhan.’ Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya,
sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum
kalian.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).

     Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan :
“Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena:
     Pertama: ia merupakan hari raya bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam.
Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan
seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih
(pendahulu kita) – semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal
melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum,
berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap
muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak
mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum
muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang
tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.”
Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat
syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ ( loyalitas kepada muslimin
dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang
dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan
membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir
dalam ibadah dan perilaku.
Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan
ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak
buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak
jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang
muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca,
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah
Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang
dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7)
Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan
orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka
yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat
itu dengan sukarela. Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap
gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan
kecintaan dan keterikatan hati.
     Allah Subhannahu wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang
Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka
adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu
mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk
golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah:51)
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan
hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang
Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22)
Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan
mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan
makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.
Saudaraku! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan
ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai
ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan
pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan
mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.
Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi
lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang
batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat
ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.
Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu
semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di
antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan
yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya
dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami …dst,
tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh
orang-orang kafir.
Semoga Allah Subhannahu wa Ta’ala senantiasa menjadikan hidup kita
penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi
jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan
bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
Menyampaikan Kebenaran adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita
saat ini untuk berdakwah adalah dengan menyampaikan buletin ini kepada
saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya.


Semoga Allah Ta’ala Membalas ‘Amal Ibadah Kita.

——————————————————————————————————

SELINGKUH

Mungkin,
godaan untuk selingkuh hanya datang sesaat akibat rasa jenuh dan penuh
tekanan dalam pekerjaan dan pasangan kita. Biasanya rasa sesal akibat
berselingkuh baru muncul belakangan, yaitu ketika menyadari bahwa
kejujuran dan komitmen merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan.

    Perselingkuhan secara emosi atau perselingkuhan yang tidak disengaja, mempunyai pengaruh besar terhadap seseorang.

  Mungkin pada awalnya kita hanya berpikir hubungan ini sebatas pada
persahabatan. Tetapi ketergantungan emosi di antara kita dan
ketidakterusterangan kita pada pasangan merupakan awal dari suatu
pengkhianatan terhadap pasangan kita masing-masing.

   
Kebanyakan perselingkuhan emosional terjadi karena hubungan yang
intensif dan sering bertemu. Berdasarkan hasil penelitian, lebih dari
separuh pertemanan berkembang menjadi hubungan yang lebih dari sekadar
sahabat. Misalnya antara sesama kolega yang saling curhat mengenai
pekerjaan maupun masalah pribadi.

Semakin tergoda
  Batasan perselingkuhan memang amatlah tipis. Bahkan, tidak adanya
sentuhan bukan berarti tidak terjadi perselingkuhan. Meskipun banyak
orang berpendapat sejauh tidak berhubungan seks, tidak ada yang salah,
kenyataannya para ahli mengatakan, kesalahannya sangat banyak.

  Tidak penting apakah hubungan tersebut akan menjadi lebih parah atau
tidak, tetapi yang pasti dan jelas, kita sudah berbohong kepada
pasangan. Dan kebohongan tersebut akan berlanjut dari satu kebohongan
ke kebohongan-kebohongan lainnya.

    Hal ini sebenarnya
merupakan bahaya yang tidak kelihatan dan tidak disadari. Semakin kita
merasa aman-aman saja, hubungan kita berpotensi untuk semakin jauh, dan
kita semakin berusaha untuk menutupinya. Kita semakin tergantung pada
orang ketiga tersebut dan tanpa disadari hal ini menjauhkan kita pada
pasangan.

    Bagaimana mengetahui bahwa rasa tertarik ini
merupakan perselingkuhan yang membahayakan atau tidak? Cara yang tepat
untuk mengetahuinya adalah bila kita menyembunyikan rasa ketertarikan
pada orang lain ini dari pasangan.

    Contoh: Bila
kita makan siang dengan orang ketiga tersebut dan tidak menceritakannya
pada pasangan kita lalu sesudah pertemuan tersebut pikiran kita tidak
pernah lepas darinya, itu tandanya kita tertarik pada orang tersebut
secara emosional.

    Percuma saja kita mengatakan punya
seorang kekasih, karena nyatanya, toh, kita mau pergi berkencan dengan
orang lain. Padahal kita berdua sadar, hal tersebut tidak dibenarkan.
Tetapi justru dengan melakukannya secara sembunyi-sembunyi, membuat
kita berdua semakin bergairah dan tergoda untuk melakukannya. Lagi dan
lagi.

    Tentu saja kita tidak akan menceritakannya pada
pasangan. Padahal, bila kita mengetahui pasangan kita yang melakukan
hal tersebut, kita pasti tidak akan bisa menerimanya.
   
   
Bila berada di tingkatan "berhati-hati", artinya kita sebetulnya masih
mencintai pasangan, hanya saja kita sedang tertarik pada orang lain.
Nah, kita masih dapat dan harus memberi batasan.

    Bila
tergoda, akui pada diri sendiri bahwa kita memang tergoda dan biarkan
perasaan tersebut untuk beberapa waktu sampai akhirnya hilang dengan
sendirinya. Akhirnya, kita berdua dapat menjadi sahabat sejati dan
bahkan "teman" kita pun menjadi sahabat dari pasangan.

    Jika
telah melampui batas, terbenam dalam perselingkuhan tetapi telah
terikat dengan seseorang, kita masih bisa berusaha memperbaiki hubungan
dengan pasangan. Biasanya, sesudah melewati perselingkuhan untuk
beberapa lama, akhirnya orang-orang yang berselingkuh ingin kembali
kepada pasangannya.

    Mengatasi masalah ketidaksetiaan bukan
sekadar mengenai mengapa hal ini bisa terjadi, tetapi lebih kepada
bagaimana kita menyikapinya. Kita harus memutuskan, apakah
perselingkuhan ini akan menghancurkan hubungan dengan pasangan, atau
justru perselingkuhan ini akan mengokohkan hubungan  berdua?

June 25th, 2008 at 9:13 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Untuk sayangku Ade….

Mungkin ini pertama kalinya aku nulis surat ini buat kamu, semenjak kita ketemu, aku ga pernah kan ngasih surat ke kamu ?
Sebelum aku putuskan untuk menulis surat ini, setiap saat senggang aku habiskan untuk berfikir dan menimbang – nimbang apakah yang aku lakukan ini benar atau salah.
De… kamu adalah orang pertama yang ngajarin aku sesuatu yang ga pernah aku pikir sebelumnya, mungkin kamu ga sadar, dan aku ga tau apakah aku harus berterima kasih atau malah mencaci kamu. Dan sampai sekarang, aku masih merasa sangat bodoh.
De… mungkin kamu mau tau kenapa aku selalu ngucapin kata putus setiap kali kita bertengkar. Dari awal aku udah tau kalau kita beda, ga ada yang bisa disatuin, tapi aku selalu berusaha nyatuin perbedaan-perbedaan itu. Dan hasilnya kita bisa bertahan selama 2 tahun. Tapi lama kelamaan, aku cape De’ terus – terusan mencoba menyatukan perbedaan itu. Tapi kamu sendiri, apa yang udah kamu lakukan untuk perbedaan – perbedaan itu? Ga ada kan?
Yang Cuma bisa aku lakukan sekarang adalah, membiarkan kamu dengan kehidupan kamu. Aku ngerasa kamu udah ga begitu butuh aku. Kalaupun butuh, paling – paling karena kamu sudah kehabisan uang, sedangkan disaat aku lagi butuh kamu, ga ada yang bisa aku lakuin De’. Paling – paling cuma menghayalkan kehadiran kamu, mengingat – ingat saat bersama kamu. Entah cinta macam apa itu? Masing – masing berjalan sendiri. Hidup di dunianya masing – masing tanpa ada yang coba menyatukan. Kalau kamu pergi, aku ga pernah tau kemana. Hanya pada saat disisi akulah kamu milik aku utuh. Selebihnya setelah kamu keluar dari pintu itu, serasa ada yang mengiris di hati.

Jarang banget aku punya hari – hari indah bersama kamu, mana pernah aku merasa memiliki kamu secara utuh, mana pernah aku tahu kapan kamu cemburu? Saling sayang atau saling memberi perhatian tentang keseharian kita. Apa pernah aku ngerasain semua itu dari kamu? Sungguh De’, aku ga tau kamu ada dimana saat batin ini sesak penuh tanya tentang kamu, perhatian kamu, saat aku tenggelam dalam keraguan tentang kamu.
De… betapa ingin aku katakan semua itu dihadapan kamu. Saat seperti itulah aku ingin kamu ada disisi aku untuk meyakinkan bahwa ragu – ragu itu ga perlu. Bahwa cinta kamu memang hanya untuk aku, dan aku ingin dengar kata – kata sayang kamu.
Lalu apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus menuntut hak aku sebagai cowok kamu? Seharusnya aku memang punya hak untuk menuntut itu semua, tapi akhirnya semua tuntutan itu aku telan sendiri. Itulah sebabnya kenapa aku gampang sekali ngucapin kata putus. Bukan karena aku ga sayang sama kamu, atau kamu ga pantas buat aku De’, bukan itu, aku ga pernah pedulikan itu. Hanya saja sebagai cowok kamu, aku ingin dihargai, dicintai dengan cinta yang sesungguhnya. Apa itu terlalu berlebihan?
Itulah yang membuat aku letih menyayangi kamu De’. Dan aku semakin yakin kalau suatu saat aku ga sanggup lagi menyayangi kamu. Entah apalagi yang harus aku lakukan untuk membuat kamu ngerti.
De… kapan sih kamu mau belajar untuk ngertiin aku? Tapi percuma juga aku bilang begini, toh kamu ga akan pernah mencoba untuk ngerti. Semua berjalan hambar ya De’? Selama 2 tahun ini kita ga punya kisah – kisah manis, cinta kita cuma angan dan bayangan tanpa kebersamaan. Kita belum menorehkan kisah apa – apa tapi cukup menyakitkan.

Hari sabtu seninl 5 Januari 2008, itu hari terakhir kita ketemu De’. Aku ga bisa boong kalau aku seneng banget kita bisa ketemu lagi, nyambung lagi, tapi aku ga bisa menunjukkan itu. Aku ragu De’, begitu lama kita ga ketemu, aku ga tau apa hati kamu masih untuk aku. Sebab aku ga mau mempermalukan diri sendiri, menunjukkan kebahagiaan dan masih menganggap kamu cewek aku. Sedang kamu sendiri ga merasa begitu. Apa itu namanya bukan mempermalukan diri sendiri?
Ga ada yang kita bicarakan hari itu De’. Semua berlalu dengan kesunyian. Ga ada satu kata pun yang keluar dari mulut kamu yang bisa mengusir keraguan aku. Kita memang saling bicara, tapi apa artinya? Padahal saat itu aku ingin meluk kamu, biar kamu ga pergi lagi. Aku ingin kamu yakinkan aku bahwa kamu masih sayang aku.
Aku tahu ada rasa kecewa dan tidak puas di mata kamu. Padahal aku ga ingin pergi saat aku keluar dari tempat kamu. Aku ingin menghapus mata letih kamu. Tapi aku ragu De’, aku ga bisa berbuat apa – apa. Aku akui kadang – kadang kata – kata aku memang menyakitkan, maafkan untuk itu. Aku juga nyesel. Aku sebenernya ingin membantu mencari semangat hidup kamu. Tapi dari kalimat – kalimat yang kamu katakan, ga satu pun yang menunjukkan kalau kamu butuh aku. Bikin aku tambah ragu, aku ragu mengutarakan rasa sayang aku, Aku ragu meraih tangan kamu, hingga akhirnya semua tertelan gitu aja.
Ada yang berubah di hati kamu De’, ga ada lagi kepercayaan. Aku melihat keraguan dimata kamu, aku juga melihat keresahan disitu. Tapi kamu terlalu tinggi hati untuk utarakan semua perasaan yang tengah ada, kamu terlalu angkuh untuk akui kalau kamu masih sayang aku. Hingga tak terungkap, menyesakkan!!!!
Entah kapan kita ketemu lagi. Sikap kamu dingin sekali saat itu De’. Dan aku pikir kenapa kita harus balik lagi kalau akhirnya Cuma saling nyakitin? Kehadiran kamu pun ga bisa memberikan apa – apa, atau rasa sayang kamu udah ga ada lagi. Bener kan De’? Tolong katakan, apa itu bener?
De…. apa kita bener – bener akan berakhir? Apa kita akan sama – sama kalah ? Sama – sama saling mengunci diri? Aku harus melakukan apa biar bisa buat kamu seneng? Aku ingin memperbaiki semua. Aku udah terlanjur sayang kamu De’. Kenapa sih kita harus balik lagi? Kalau seolah – olah sikap kamu menyalahkan aku karena kurang perhatian. Entah gimana lagi caranya biar kamu bias ngerti.
Sekarang kamu mau pergi setelah aku percaya kamu, setelah aku benar – benar nerima kamu apa adanya, setelah aku memberikan semua yang kamu perlukan. Karena aku pikir, biar kamu aja yang boleh melakukan itu semua, biar aku bisa mengunci diri aku buat cewek lain. Karena hati ini cuma buat kamu. Tapi apa kenyataannya sekarang? Kamu sia – siakan begitu saja.
De… aku rasa cukup untuk diungkapkan. Banyak masalah yang tertutupi, kita gak mau saling terbuka De’. Ga mau saling menerima atau memberi. Kita hanya bisa menuntut dari cinta yang ga seberapa kuat. Coba renungi sekali lagi De’, ternyata kita keliru untuk bisa satu hati. Kita ga mau saling mengaku kalah. Sama – sama egois, terlalu angkuh untuk tegas, terlalu tinggi hati untuk mengakui kalau kita sama – sama saling membutuhkan. Kita ga mau saling mengalah kan De’??
Belakangan ini aku sering dihantui bayang – bayang kamu De’, Aku coba cari jawaban dari sikap kamu tempo hari. Aku enggan berhenti mencari jalan terbaik untuk kita tempuh, aku ga mau berhenti mengingat kamu. Karena aku memang ga punya kekuatan untuk itu.
De… mungkin memang lebih baik kita pisah aja ya? Berat memang untuk mengatakan itu, perpisahan dimana – mana ga ada yang menyenangkan. Apalagi dengan orang yang kita sayangi, perpisahan ibarat kematian kecil yang cepat atau lambat dia pasti datang. Dan untuk kita, mungkin saat ini.
Aku sadari sepenuhnya De’, ternyata cinta ga sesederhana yang aku bayangin, ga semudah itu, tidak juga seindah impian – impian kita ya De’? Ternyata cinta kita sulit sekali De’, paling sulit diantara yang tersulit. Tapi apakah cinta kita sulit dimengerti? Atau kamu yang masih terlalu muda untuk dijatuhi rasa cinta? Atau aku yang salah menafsirkan rasa suka ketika pertama kali kita ketemu? Aku ga bisa jawab De’!!! Tapi aku menyimpulkan bahwa diantara kita ga ada yang bisa dipertahankan lagi.
Aku malu De’, malu pada diri sendiri, malu sama orang lain, malu pada diri kita, malu pada cinta kita. Cinta kita rapuh, ga mampu berjalan sendiri. Aku malu dengan harapan – harapan yang aku letakkan begitu tinggi, bahkan melebihi angan – angan. Dan ternyata tak satu pun dari harapan – harapan itu mampu kita wujudkan.
De… sekarang kamu bisa pergi sejauh kamu suka. Seperti yang kamu pinta. Sekarang kamu ga perlu lagi merasa harus pulang, kamu ga perlu lagi merasa di kejar bayang – bayang aku. Kalaupun kamu datang, ga ada lagi yang kamu cari disini, ga ada lagi cinta, ga ada lagi kangen, atau juga ga ada lagi aku yang dulu menyayangi kamu. Semua akan kembali seperti dulu, seperti kamu belum mengenal aku.
Dengan ini juga aku sampaikan rasa terima kasih atas saat – saat indah yang pernah kamu berikan, terima kasih atas cinta, perhatian dan kasih sayang yang pernah aku terima dari kamu. Mungkin kita memang berbeda haluan ya De?
Terakhir aku pinta dari kamu, ternyata aku ga bisa merubah kamu. Cinta ku pun ga bisa merubah kamu untuk lebih baik. Mungkin cuma kamu yang bisa menentukan untuk berubah atau tidak. Besok kita ga sama – sama lagi De, tolong jaga diri kamu baik – baik, setidaknya untuk kamu, cari masa depan kamu. Buang hal-hal yang ga perlu aku katakan sekarang, karena esok aku sudah gak punya hak lagi ikut campur urusan kamu. Dan aku yakin, besok atau lusa akan ada hati lain yang lebih baik, lebih perhatian, lebih setia, dan lebih sayang, seperti aku pernah sayang sama kamu. Jangan sia – siakan dia ya De! Cukup aku aja yang merasa begitu.
Ternyata kita sama – sama kalah De, ga mau berkorban sedikitpun demi cinta. Udah ya De, aku udah bicara banyak. Semua terangkum disini. Kamu ga usah nyesel atau kecewa, dunia kita udah hancur. Dunia yang hanya terdiri antara aku dan kamu.

Yang selalu menyayangi kamu
Thanks ya de, Byeeee……

February 10th, 2008 at 11:58 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

"…Pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…" (Kahlil Gibran)

"…Kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)

"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta… terus hidup… sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan…" (Kahlil Gibran)

"Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah… kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…" (Kahlil Gibran)

"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini… pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)

"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)

"Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku… sebengis kematian… Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara…, di dalam pikiran malam. Hari ini… aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan… sekecup ciuman" (Kahlil Gibran)

December 19th, 2007 at 7:21 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Rabu, 23 April 2008
Aku mengerti saat kau mengatakan masih mencintainya, masih terpesona
oleh segala kelebihannya, hingga mungkin di hati kecilmu terselip ingin selalu bersamanya sebagai sebuah ruang waktu untuk kesempatan kedua.

Dari situ, aku pun akhirnya mengerti bahwa ternyata kini diriku
sudah tak lagi memiliki arti selain seorang teman untuk berbagi. Kau
memang tak pernah mengatakan lugas padaku, adakah rasa denganku dulu
masih tersimpan hingga kini, namun semua tutur singkatmu tentang
seseorang yang ada di hidupmu saat ini tak sedikitpun lagi mengisyaratkan
sosok diriku disana. Meski dulu kau senantiasa mengucapkannya.

Ingin sekali aku meragukan harapanku, namun semua ucapan dan janjimu
dulu tak sedikitpun kuragukan meski sekian hari kenyataan seperti
berbeda dari semua yang pernah kau ucapkan.

Sempat aku goyah untuk menanti satu kali lagi datangnya waktu agar
bisa bersamamu. Namun ternyata aku selalu saja takut kau datang setelah
aku berhenti menunggu. Sungguh, tak ingin kumengecewakanmu, sebab ku
tak pernah lupa janjiku dulu.

Berikan aku alasan untuk meragukan semua ucapanmu dulu. Berikan aku
satu jawaban pasti, sekalipun kita berdua tahu bahwa “Jodoh dan mati
hanya IA yang tahu”.

Minggu, 20 April 2008
Selamat Ulang Tahun

Setelah sekian hari ku jalani kehidupan ini seorang diri, akhirnya
kini aku mengerti bahwa bukan cinta lain yang kucari. Bukan sosok
seorang Hawa berbalut kosmetik dan estetik. Hanya sosok dirimu yang
penuh terbalut etik.

Meski kini kutau bahwa tak mungkin lagi kudapat meraihmu,
menggenggam jemarimu seperti waktu dulu, mencium keningmu, aku takkan
pernah jemu dan ragu untuk mencintaimu. Menyayangimu. Ku tahu dan
sadari bahwa dirimu bukanlah yang terbaik (di dunia ini), bukan pula
yang tercantik (di alam ini), tapi hanya dirimu lah yang mampu
membuatku menatap kehidupan jauh lebih baik.

Kau adalah penerang, bahkan di saat kini ku berjalan tanpamu di
kesendirian malam. Selamat ulang tahun sayang… raihlah senyum indah
penuh pengharapan… Ijinkan aku simpan semua indah kenangan silam.

Rabu, 10 April 2008
Aku minta maaf….
Kalau selama ini aku ga bisa jadi cowo’ yang baik buat kamu
Mungkin kamu akan merasa lebih tenang
kalau aku ga bersama kamu lagi
Mungkin kamu akan merasa lebih tentram
kalau aku ga mengusik kehidupan kamu lagi
Tapi asal kamu tahu…
Sampai kata-kata ini ditulis,
bahkan sampai berkali-kali dibaca
Cinta itu masih ada untuk kamu !!!

Rabu, 10 April 2008
    Kenapa ya, hari ini kepalaku dipenuhi dengan bayang-bayang dia, gara-gara tadi pagi aku melihat seseorang yang punya gaya rambut yang sama dengan dia.
    Ah…sampai kapan aku harus dihantui oleh bayang-bayang dia, sampai kapan aku harus bisa menerima kenyataan kalau dia sudah pergi, terus terang aku belum bisa menerima kenyataan itu.
    Sekali lagi aku diam terpaku, aku ga bisa menahan perasaan, entah lah apa aku harus begini terus? Kenapa dia begitu besar mempengaruhi jiwaku, hidupku, berapa lama lagi aku harus berhenti menangisi kepergiannya dari sisiku, kalaupun bisa, bagaimana caranya?
    Ya Tuhan,… tolong pertemukan aku dengan dia sekali lagi, aku ingin lihat seperti apa dia saat ini, masih ingatkah dia, pernahkan dia mengingat aku sekali saja ???

Minggu, 13 Januari 2008; Jam 01:35
    Malam ini sepi, tenang, gue suka suasana seperti ini, entahlah, rasanya hanya malamlah yang selalu setia menemani aku, dia begitu dekat denganku, dan rasanya hanya malamlah yang mengerti bahwa ada kegelisahan yang menari dalam anganku, rasa yang semula adalah kerinduan tentang kamu, kini berubah menjadi kegelisahan dan keraguan akan keberadaan kamu.
    Ada saatnya aku merasa kehadiranmu seolah-olah hanya sebuah angan yang kadang timbul tenggelam dalam benakku,  bahkan kadang kala aku merasa bahwa kamu hanya sebuah mimpi yang pernah hadir dalam tidurku, dan bahkan aku tidak bisa mempercayai kalau kamu benar-benar ada dalam salah satu kisah hidupku, entah kenapa aku juga merasa kamu tidak pernah dilahirkan.
    Sekarang aku putus asa mencarimu, bahkan dalam mimpiku pun kamu ga pernah hadir, rasanya seluruh harapanku hilang, seakan-akan kamu ga pernah bisa aku temui lagi.
    Tak ada yang menyalahi pertemuan kita, kalaupun itu harus disesali, aku ga ingin melupakan kamu. Satu yang mau aku yakini, bahwa kamu ada dimana kamu berdiri, kamu menyimpan mimpi kamu, dimana kamu ingin wujudkan, namun yang aku sayangkan aku ga tahu kamu ada dimana.
    Dan sekarang aku sadar, ternyata apa yang lebih membahagiakan aku adalah menghadirkan bayang-bayang kamu, menghayalkan kehadiran kamu dikesendirian aku, aku selalu menganggap kamu ada disamping aku, lalu kita saling bicara, berpandangan, atau hal lain, tapi kenyataannya kamu ga ada disini, aku hanya sendiri.
    Itulah kenapa aku lebih mencintai bayang-bayang kamu dari pada diri kamu yang sebenarnya, dan tanpa aku sadar, aku telah menciptakan dunia sendiri yang hanya terdiri antara aku dan bayangan kamu, diduniaku kamu lebih sayang, lebih pengertian, lebih baik, atau apa saja yang semua aku inginkan dari kamu, terus terang aku lebih senang berada didunia itu, ga ada yang mengecewakan atau menyakitkan, semuanya serba indah.
    Mungkin ini diluar logika, tapi itulah yang sebenarnya terjadi.

Malam Minggu, 12 Januari 2008
    Malam minggu sepi, udara hari ini panas dari tadi sore sampai malam ini, entah sudah berapa malam minggu kita ga ketemu, mungkin kini dihati kamu bukan cuma ada aku, mungkin ada hati lain lagi yang mesti dan harus kamu temuin tiap malam minggu, mungkin hati itu selalu menuntut begitu, dan mungkin kamu lebih sayang hatinya ketimbang hatiku. Sakit rasanya ngebayangin itu semua.
    Aku ga nuduh, tapi kalau memang demikian kenapa harus disembunyiin?, ga ada yang perlu ditakuti kan?, kenapa takut?, kamu ga salah, mungkin yang salah adalah karena kamu masih memiliki aku, itu aja !!!

Kamis, 10 Januari 2008
    Kembali gue dihadapi pada suatu masalah yang selama ini sering bikin hati gue cemas. Kepercayaan diri gue mulai surut, swear!!!, ngga ada maksud menghindari semua yang selama ini mampu ngebentuk gue menjadi seseorang yang percaya diri. Tapi sekarang, kejadiannya jadi lain, gue ngerasa kehilangan sesuatu dalam diri gue.
    Gue juga masih ga bisa ngerti, kenapa gue jadi begini, gue hadir lagi dalam pribadi yang berbeda, ga ada rasa percaya diri, gue jadi ngerasa serba salah, gue jadi benci sama diri gue sendiri.
    Yang gue inginin sekarang adalah seseorang yang  mampu ngebentuk gue menjadi seseorang lagi, yang bisa ngedorong gue  untuk bisa menjadi pribadi yang seutuhnya, tapi siapa? dan dimanakah orang itu?
    Terus terang gue udah cape menjadi orang lain, dan gue ngerasa dengan keadaan dan suasana hati gue yang sekarang ini, gue yakin ga ada seorangpun yang bisa ngerti.
    Seakan-akan gue punya dua dunia yang berbeda, disatu sisi gue adalah seseorang yang cuek, masa bodo, acuh, dan berani nerima kritikan yang paling pedas sekalipun,  tapi disisi lain gue menjadi seseorang yang pendiam, pemalu, minder, dan gampang sekali tersinggung, itulah gue, dan sampai saat ini  gue masih belum bisa menemukan dimana kepribadian gue yang sesungguhnya, dan gue masih ga bisa ngerti.

Minggu, 17 November 2007
    Kayanya titik jenuh itu sudah mulai merasuki gue nih,
Gue jarang pulang kerumah emang udah dari dulu, sering ga pulang, kadang seminggu 1x. Gue pikir dengan begitu gue bakalan ga ketemu ama yang namanya kejenuhan. Andaikata gue sering dirumahpun, gue takut semangat gue yang cinta kebebasan pasti akan ngedorong gue buat segera memulai suatu kehidupan yang belum gue rancang dengan matang. Pada dasarnya, gue adalah orang mandiri yang nggak mau tunduk pada norma-norma sosial. gue paling nggak bisa mematuhi jadwal yang ngga gue buat sendiri dan males menghormati presedur-prosedur yang telah ditentukan. Mungkin hal-hal seperti itu yang bikin kejenuhan itu harus ada.

    Dikantor emang sih jam-jam kerja gue nggak tentu. Kalau lagi dapet ide, gue bisa bekerja siang-malam tanpa makan dan tidur. Sebaliknya, kalau di kantor kebetulan lagi ngga banyak kerjaan, gue pasti melarikan diri untuk mencari kesenangan. Untuk menghindari kesulitan di sini, karena yang gue mau adalah mencari pekerjaan yang penuh variasi untuk memperlihatkan kemampuan gue.

    Hampir tiap hari gue lakuin itu semua dalam hidup gue yang sekarang, maksudnya biar nggak jenuh, tapi kenapa kenapa kejenuhan itu harus ada juga?

Ada gak sih yang bisa nolong gue????

——————————————————————————————————

Jakarta mendung, Jum’at 07Desember2007
    Aku ngga tau apa yang harus aku lakukan sekarang, serba sulit,
semua membingungkan, sepertinya apapun yang akan aku lakukan pasti
salah.
    Aku seperti berada diujung jurang, buntu, tak ada jalan lain,
kecuali kembali kejalan semula dan manyapa luka lama, mengais kerinduan
yang tak pernah terobati.
    Bukan soal cinta yang tak pernah terbalas, atau soal kasih yang tak
pernah sampai, atau,……. ah, mungkin memang itu, lalu siapa yang
akan peduli lagi, malampun berpaling dariku, apalagi kamu

November 17th, 2007 at 12:17 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

MENANTI
Didalam hatiku
Masih terasa bimbang jalani semua cintamu

Akupun merasa
Hati ini takkan lagi untuk mampu bertahan

Aku akan menanti
Didalam hati ini
Akan setia menanti
Cintamu kembali

Saat ini kumerasa jauh darimu
Walau cinta ini tlah kembali menyatu
Biarkan…..
Hatimu….
Dalam jiwaku
Saat…
Menanti

SEGALA
Segala yang terindah
Slalu membuat terluka
Semua yang terjadi diakhir cerita
Kisah ini….

Segala yang terindah
Tak mampu untuk bertahan
Semua yang harap Apa yang kau mau
Dariku….

Tanpamu aku sepi
Denganmu aku jauh
Dan pergi….

Biarkan ini terjadi….
Takkan hilang kembali….
Biarkan ini terjadi….
Takkan hilang kembali….

KAU T’LAH MEMILIH
Kau t’lah memilih
Saat ku tak bisa
Berikan semua
Apa yang kau harap

Tak mungkin lagi
Meluluhkan hatimu
Dengan hati ini
Segala tentangmu

Biarlah sudah
Kau jauh melangkah
Meninggalkan cinta
Yang pernah ada

Kau t’lah memilih
Memberikan hatimu
Untuk dirinya
Ku tak menerti
Apa yang kau rasa…

Ku tak bisa
Melepaskan
Engkau pergi
Tinggalkanku

Ku tak bisa
Merelakan
Cinta lain
Dihatimu

TOLONG DENGAR LAGUKU
Kunyanyikan lagu ini hanya untukmu
Dengarlah dengan hati yang putih
Semoga kau mengerti akan hatiku
Setelah kau dengarkan laguku

Pejamkan kedua bola matamu
Disaat kau dengarkan laguku
Agar kau tidur didalam pelukanku
Dan dengar laguku dalam tidurmu

Memang aku tak pernah bisa….
Memberikan lebih dari yang aku bisa….
Atau mungkin aku takkan pernah bisa….
Memberikan yang lain….
Selain lagu ku

Tolong kau dengarkan…..
Coba kau renungkan…..
Dan apa yang kau dengarkan
Begitulah adanya…
Di dalam….
Nyanyianku !!!

IJINKANLAH
Masih teringat bisikan nada cinta
Manis terdengar dikesunyian hati
Masih terlintas bias indah senyummu
Manis terlihat menemani tidurku

Satu yang terakhir  Satu yang tersisa
Yang tak pernah lepas  Meskipun waktu berlalu
Andaikan terlahir  Satu kisah cinta
Tak akan ku lepas  Walau kau jauh dari ku

Ijinkanlah  Aku katakan  Sejujurnya hatiku
Aku Cinta padamu
Satukan  Langkah bersama  Jalin satu kisah
Biar hati bicara

BIARKAN
Kulepaskan…. Biarkan kau pergi
Meninggalkan satu cinta
Yang kau harap membuat aku terbuai
Oleh pesona dirinya….

Kau berikan…. Satu cinta lagi
Yang membuat ku tak berarti
Saat bersamanya senyummu pun terlintas
Bersemayam dikalbuku….
Menemani kasihku dan cintanya

Biarkan ku mencoba menyinta dirinya
Walau tak berarti kuyakin pasti
Biarkan ku mencoba lupakan dirimu
Seluruh cintamu teriring waktu

Tlah kucoba…. Jalani cintanya
Walau kini kau tlah pergi
Namun rinduku masih berharap padamu
Masih didalam peluknya….
Bayangmu tercipta dikhayalku….

SYAHDU
Kala malam…. Kumendengar bisikan mu
Manis terdengar…. Senandung kata rindumu
Biarkan bergejolak  Hingga ku terlelap
Membasahi aroma  Wangi tubuhmu….

Buka pintu jiwamu…. Usah kau pasung kembali
Biarkan aku masuki…. Istana ketegaranmu
Kutabur benih cinta Yang kumiliki
Disana akan tercipta  Karunia… nya….

Masih kah ada  Keraguan hati
Membelenggu….
Usah kau sesali  yang tlah terjadi
Renungkanlah….
Lepaskanlah….

Kabut malam…. Pejamkan mata indahmu
Kau terlelap…. Temani syahdu kalbuku
Kucoba menikmati  Hangatnya sentuhan mu
Biarkan aku salami  Samudra biru hati mu….

OH….
Oh…. Dalam hatiku  Kucinta dirimu  Selamanya….
Biarkanlah mimpi indah  Bersatu menjadi nyata
Berdua menjalin asmara….

Oh…. Sampaikan padanya  Kucinta dirinya  Setulusku….
Adakah hari yang indah  Yang slalu datang menyapa
Menanti tuk saling bicara ….

Oh…. Betapa indahnya menjalani cinta
Berdua dengan dirimu….
Oh hatiku bahagia seandainya kita
Berdua bersatu ….

Oh…. Hilangkan dusta  Diantara kita  Selamanya….
Biarkan waktu bicara  Menjawab cerita kita
Mungkinkah kan terus bersama

Bersatu dalam suka  Terasa dalam asa
Dirimu seperti tak pernah ada ….
Bersatu dalam cinta  Gores cerita indah
Biarkan abadi slamanya….

RASA CINTA
Saat kujelang  Mimpi denganmu
Hadirkan cinta yang mewarnai hariku
Saat kulihat  Gambar wajahmu
Sejukkan rasa yang membeku dihatiku

Hangat mentari  Hadirkan indahmu
Aku terbuai oleh pesona dirimu
Saat kubuka  Lembaran waktu
Kuingin engkau menemani sendiriku

Biarkanlah….  Rasa cinta….
Mewarnai singgasanamu
Satukanlah…. Rasa cinta
Menghiasi indahnya dirimu

CERITA LALU
Cerita cinta yang pernah ada
Tak akan terulang kembali
Karena dirimu meninggalkan

Kesetiaan ku terkikis
Pesona dirimupun telah pergi
Teriring waktu yang berlalu

Dirimu teriring gelap malam
Menghiasi sunyi hati
Dirimu tenggelam dalam terang….

Bila kasih telah pergi
Usah kau harap kan kembali seperti cintamu
Yang pernah ada….
Biar cinta mengembara
Kan kujelang mimpi indah bersama mentari
Temani sepiku….

KEINGINAN
Benih melati terlahir terkoyak tanpa tersisa
Terbesit Tanya yang tak pernah terjawab

Saat senyuman terakhir gejolak asa terpendam
Kuyakin semua mimpi pasti berlalu

Kulepas senyummu  menerawangkan rindu
Kau buai mimpiku dan menghilang….

Saat kau menari dimimpiku
Ingin rasanya kutemani kau menari
Kita berdua
Ingin ku kembali disisimu
Dan meraih kasih suci yang pernah kau beri
Hanya untukku

MENTARI
Pagi…..Menyapa hatiku saat ku ada disini
Lihatlah mataku ini Terbuka untukmu

Dan aku….lewati waktu yang hampir meninggalkanku
Sadarku mengingatkanku
Kaulah yang kutunggu

Kujemput saat kumelihatmu
Sambutlah wahai mentariku…..

Datanglah mentari
Sinarkan cahya pagimu yang hangat
menyentuh tubuhku dan jiwaku
kau pasti kusambut

Datanglah mentari…..
Cerahkan hari-hariku bersamamu
Kurindu cahyamu Kurindu hangatmu
Hingga ku terbuai ………Oooo mentariku…

LUPAKANLAH
Malam ini kumasih disini
Menanti hadirmu kembali
Menantimu bagai sebuah mimpi
Yang tak pernah terjadi

Kuingin slalu menanti
Engkau ada disisku
Namun kau tak mau mengerti
Saat kujauh darimu….

Lupakanlah…..
Janji kita  berdua…
Hilangkanlah….
Rasa cinta…….

Biarkan kusendiri
Tinggalkan sebuah asa….
Selamat tinggal kasih….
Semoga kau bahagia….

PERGILAH CINTA
Hilang…. Sudah…. Cinta suci ini
Setelah engkau pergi dari sisiku
Rasa…. Rindu…. Yang slalu menyatu
Semua sirnalah adanya

Tak uasah kau sesali cinta ini
Biarlah semua pergi dari dirimu
Pahami dengan satu keyakinan
Bahwa cinta bukan milik kita

Biarkan ku pergi tinggalkan dirimu
Yang dulu pernah ada dihati (hadirkan cinta)
Tinggalkan semua cerita cinta yang….
Hadir lalu pergi

Untuk…. Apa…. Kita saling cinta
Bila akhirnya kita berdua hadirkan luka
Biar…. Semua…. Kutelan sendiri
Sampai nanti kulepas cintamu

October 26th, 2007 at 9:14 pm | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

TERIMA KASIH

Untuk segala apa yang pernah kamu beri
Dan segala apa yang pernah aku terima dari kamu
Aku cuma bisa bilang terimakasih
Dan terimakasih pula atas pelajaran yang nggak kamu sengaja ajarkan ke aku
Aku menikmatinya
Aku menyayanginya
Kalau semua itu harus berakhir

Selamat malam
Tak ada lagi yang bisa aku katakan, tak perlu lagi
Aku memutuskan kau bukan milikku lagi
Cinta yang ada sekarang akan aku simpan dan….
cinta yang lain akan aku jemput sendiri
Yang aku harap itu adalah cinta yang lebih berarti

April 17th, 2007 at 10:37 am | Comments & Trackbacks (2) | Permalink